Pages

Friday, 13 May 2011

Apa itu Error Code ?

Apa bedanya Trouble Shooting dengan Error Code? Apa itu Error code (kode error)?  Apa arti kode E dengan beberapa digit angka di belakangnya? Apa bedanya Error Code pada mesin fotokopi canon analog dan digital? Sebagai pengguna mesin fotokopi canon, tidak salahnya bila kita mempelajari atau setidaknya mengetahui sedikit tentang Kode kode error (error Codes) pada mesin fotokpi Canon.

Troubleshooting adalah suatu bentuk antisipasi atau penyelesaian atas beberapa masalah yang sering timbul pada mesin fotokopi yang dikarenakan kesalahan penggunaan mesin. Maka Error Code (kode error) adalah petunjuk yang diinformasikan oleh mesin itu sendiri ketika mendeteksi adanya kerusakan atau ketidak laziman yang terjadi di dalam mesin tiu sendiri. Petunjuk tersebut dinformasikan kepada pengguna dengan bentuk kode yang terdiri dari satu huruf E yang diikuti dengan beberapa digit angka dibelakangnya, dan kode error tersebut ditampilkan pada monitor yang ada pada control panel mesin itu serta diikuti dengan bunyi error yang spesifik.

Tampilan Kode Error tersebut untuk mesin fotokopi analog masih menggunakan 3 digit angka sedangkan dengan untuk mesin fotokopi digital telah berkembang menjadi 6 digit angka dilanjutkan 4 digit angka lagi yang menunjukkan hasil deteksi mesin. Contoh kode error pada mesin Analog E010, bila pada mesin digital bisa berupa E000010-000 atau E000010-001. Intinya angka digit yang lebih banyak yang ditampilkan pada mesin digital, memberikan petunjuk hasil deteksi yang lebih spesifik.

Dengan kode tersebut, pengguna atau tenaga teknisi dapat lebih mudah dan terarah untuk memperbaiki keadaan tersebut. beberapa kemungkinan dari Kode Error (Error Code) yang timbul:
  • Ada komponen yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik.
  • Ada komponen (consumable part) yang habis dan harus diganti dengan yang baru.
  • Hanya semacam peringatan dini.
  • Adanya konsleting.
  • Adanya koneksi yang terputus atau tidak terhubung dengan benar.
  • Ada bagian yang kotor sehingga menutupi/ menghalangi sensor.
Masing masing angka pada kode error tersebut menunjukkan kepada pengguna atau tenaga teknisi, bagian bagian mana yang mengalami kerusakan atau ketidak laziman. 
InfoPlus team sedang membuat daftar kode error disertai penjelasan dan cara penyelesaiannya. Semua berdasarkan pengalaman pengalaman yang pernah kami hadapi. Untuk mendapatkan update daftar kode error, silahkan berlangganan via email atau anda bisa mengikuti blog ini. agar anda tidak ketinggalan dengan informasi kode error yang sedang kami persiapkan.

Friday, 6 May 2011

Tips Memilih Toner

Memilih toner yang lebih murah adalah hal yang wajar, untuk menekan biaya per copy. Namun kita tetap harus cermat dalam memilih toner. Wapadai toner oplosan karena akan sangat merugikan anda. berikut beberapa tips bagi anda dalam memilih dan menggunakan toner merek apa:

  • Gunakan toner yang sesuai dengan mesin anda. Biasanya tertulis pada kemasannya bila toner tersebut untuk pneggunaan tipe mesin apa saja.
  • Mintalah referensi dari pengguna lain atau dari penjual dimana anda membeli mesin anda.
  • Belilah toner langsung dari agen penjual, toko atau penjual mesin fotokopi rekondisi canon.
  • Hindari pembelian dari sales yang mengunjungi anda.
  • Hindari pembelian toner yang tidak bermerek (tidak tertera merek pada kemasannya).
  • Cermati perbedaan harga nya. Waspada terhadap harga yang terpaut jauh.
  • Belilah toner yang mampu memberikan jumlah lembar copy dengan perbandingan 500gram = 5000 s/d 7000 lembar copy.
Sebagai tambahan informasi, bahwa banyak beredar di pasaran toner oplosan yang dicampur dengan sisa ampas toner. Toner oplosan selain memberikan hasil copy yang tidak maksimal, juga akan merusak bagian dalam mesin.

Tips Mengganti Merek Toner

Sering kali pengguna mesin fotokopi rekondisi dipusingkan dengan masalah tawaran harga toner yang lebih murah ataupun tawaran yang mengatakan produk toner mereka yang lebih bagus. Jelas kita pengguna mesin fotokopi rekondisi ingin mencari toner yang lebih murah untuk menekan cost per copy. Tetapi juga kita perlu menjaga kualitas hasil copy serta mejaga agar toner baru tidak memberikan efek negatif t
erhadap mesin fotokopi kita.Tahukah bila pemakaian toner yang salah tidak hanya membuat hasil copy menjadi jelek tetapi juga bisa merusak mesin? Tahukah anda bagaimana cara aman mengganti merek toner?


Sedikit informasi dan tips agar anda bisa memggunakan toner dengan harga yang lebih murah, mendapatkan hasil yang maksimal serta menjaga mesin fotokpi anda agar tidak rusak karena pemakaian toner baru. Berikut beberapa tips dalam melakukan penggantian merek toner:
  • Patikan toner yang baru sesuai dan cocok untuk mesin anda.
  • Pastikan Box toner dan developer dikuras bersih terlebih dahulu. Usahakan tidak tersisa toner lama di dalam box toner atau developer. Karena kemungkinan toner lama dan toner baru bila tercampur akan menimbulkan gumpalan yang nantinya akan merusak mesin.
  • Bersihkan pula bagian drum dan wiring dari sisa toner lama.
  • Untuk lebih aman lagi, mintalah teknisi untuk membersihkan saluran pembuangan sisa toner.
Mudah mudahan tips diatas dapat bermanfaat bagi anda.

Mengenal Toner Untuk mesin Fotokopi Canon

Pertanyaan dari pengguna mesin fotokopi Canon khususnya mesin fotokopi rekondisi mengenai toner (consumable part utama) adlalah toner merek apa yang paling bagus? Apakah toner ini membuat hasil copy menjadi buram atau pucat? Apakah toner ini menghasilkan jumlah lembar copy yang lebih banyak atau besar? Apakah toner merek ini merusak mesin? toner merek apa yang sesuai dengan mesin saya? Posting kali ini akan mengulas sedikit tentang toner
dari sisi apa itu toner, jenis toner, harga, kualitas, jumlah lembar copy dan pengaruhnya terhadap internal mesin fotokopi.

Toner adalah sejenis serbuk yang bermuatan listrik positif, yang nantinya akan membentuk hasil copy. Mungkin untuk toner yang dikhususkan untuk mesin analog tipe lama, toner tersebut masin bermuatan listrik negatif. Oleh karena itu pastikan toner yang anda gunakan adalah yang sesuai dengan tipe mesin anda.

Jenis toner, untuk toner khusus mesin canon rekondisi yang biasa dijual di pasar dibedakan menjadi 2 jenis. Yakni untuk mesin analog dan untuk mesin digital. ini berhubungan dengan kandungan muatan listrik yang ada di dalam serbuk toner tersebut. Untuk kemasannya, biasanya dikemas dalam kemasan aluminium foil ada juga yang berbentuk standing pouch.

Menganai harga, banyak sekali variasi harga yang dijual di pasar. Untuk harganya sendiri tergantung dari merek nya. Biasanya merek merek baru harganya lebih rendah tetapi tidak terlalu besar perbedaannya. Sebaiknya pengguna tidak terkecoh dengan harga yang rendah tapi dengan gramasi kemasan yang lebih sedikit.

Bicara mengenai kualitas toner. Sebenarnya kualitas hasil yang diberikan dari masing masing merek tidaklah akan terlalu signifikan bila untuk hasil berupa teks. Hanya akan terlihat jelas bila dibandingkan dengan cara membandingkan hasil gambar yang memiliki kepekatan warna hitam. namun semua ini juga bergantung pada keahlian penggunannya dalam melakukan pengaturan hasil copy serta beberapa trik dalam memaksimalkan bagian developer dan drum..

Jumlah lembar copy yang dihasilkan untuk masing masing merek toner itu sendiri berbeda beda. Ada jenis toner yang memang menghasilkan  ampas (wastage) yang lebih besar, sehingga mempengaruhi jmlah hasil copy nya.

Untuk pengaruh terhadap internal mesin, Toner yang menghasilkan ampas (wastage) yang banyak biasanya akan  menimbulkan pengumpalan pengumpalan pada saluran yang dilalui toner tersebut. Yang kemudian akan merusak bagian bagian internal mesin seperti gear dan juga akan mengotori komponen komponen elektronik yang ada di dalam mesin.

Untuk mengenal mana toner yang bagus atau tidak, tidak ada cara lain selain mencoba menggunakannya. Dengan menggunakannya, kita baru bisa menilai hasil copy nya serta jumlah lembar copy yang bisa dihasilkan dari merek toner tersebut. Selanjutnya untuk ikuti posting selanjutnya kami mengenai tips mengganti merek toner dan tips memilih toner.

TroubleShooting & Error Code Canon

Troubleshooting-Error Code Canon
Posting kali ini hanya sekedar untuk menyediakan ruang untuk bertukar pikiran seputar troubleshooting dan Error Code untuk mesin fotokopi merek Canon. Saya yakin semua pengguna mesin fotokopi sudah terbiasa dengan troubleshooting dan kode error selama menggunakan mesin fotokpi merek Canon. Troubleshooting yang biasa ditemukan pada mesin fotokopi adalaah
paper jam (kertas menyangkut) dan beberapa hal lain nya. Sedangkan kode error (error Code) adalah kode yang muncul di layar control panel mesin, berfungsi memberi petunjuk kepada pengguna dimana mesin secara otomatis mendeteksi kerusakan atau kejanggalan di dalam mesin itu sendiri.

Sebenarnya InfoPlus Team sudah mempertimbangkan untuk menyediakan forum tanya jawab seputar mesin fotokopi. Namun sementara ini, kami hanya menyediakan kotak komentar saja yang bisa digunakan oleh pemgunjung untuk melakukan diskusi diantara sesama pengunjung dan atau dengan kami tim dari InfoPlus. Dann juga, kami sedang menyusun kode error untuk mesin fotokopi Canon serta penyelesaiannya.

Untuk membuka Kolom Diskusi Ini, kami memulainya dengan masalah paper jam. Banyak hal yang menyebabkan timbulnya masalah paper jam ini, beberapa hal umum diantaranya:
  • Kualitas kertas yang digunakan. Kertas yang terlalu halus permukaannya dan gramasi kertas yang lebih kecil dari 70gram, sering menimbulkan maslah paper jam.
  • Kedudukan cassette (tempat penyimpan kertas) yang tidak tepat pada posisinya.
  • Cara menutup cover, terutama cover mesin sebelah kanan juga mempengaruhi alur gerak kertas.
  • Paper feed roller yang kotor atau aus (sudah jelek alias gundul).
  • Sensor kertas. bisa jadi sensor nya kotor sehingga cahaya terhalang atau pelatuk sensor yang sudah tumpul atau rusak.
  • Posisi fixing unit yang tidak tepat atau kotor.
  • Cleaning web yang sudah kering.
  • Claws pada bagian exit kotor atau tumpul.
  • dan lalin lain sebagainya.
Anda juga bisa menanyakan hal lain dengan mengisi pada kotak komentar dibawah. Dan kami akan berusaha untuk memberikan solusi atas pertanyaan anda. Kami sangat mengharapkan dan menghargai apabila sebelum anda memberikan komentar ataupun pertanyaan, anda terlebih dahulu menjadi pengikut (followers) blog ini.

Untuk mendapatkan update info terbaru mengenai mesin fotokopi, anda bisa berlangganan via email. kotak berlangganan telah kami sediakan di sidebar kanan blog ini.

Semoga ruang yang kami sediakan ini bisa bermanfaat bagi anda.

Salam hangat
InfoPlus Team

Friday, 29 April 2011

Harga Mesin Fotokopi Canon Rekondisi

harga Mesin Fotokopi
Banyaknya perusahaan rekondisi yang menjual mesin fotokopi Canon rekondisi, telah membuat persaingan harga mesin fotokopi (fotocopy) rekondisi Canon semakin ketat, Bahkan banyak perusahaan mematok harga dengan sangat rendah untuk menarik perhatian para calon pembeli. Saya yakin banyak calon pembeli yang berusaha mencari tahu terlebih dahulu berapa harga mesin fotokopi (fotocopy) rekondisi Canon. Melalui posting kali ini saya bermaksud membekali calon pembeli mengenai berapa harga mesin fotokopi rekondisi Canon, agar lebih selektif dan cermat dalam menentukan pilihan mereka.


Namun pada kesempatan kali ini, saya tidak akan merincikan harga setiap tipe mesin fotokopi (fotocopy) rekondisi Canon. Tetapi saya ingin memberikan sedikit gambaran bagaimana sebuah perusahaan rekondisi memperhitungkan harga jual sebuah mesin fotokopi rekondisi. Berikut faktor faktor yang digunakan untuk menentukan harga jual mesin fotokopi rekondisi terutam merek Canon:
  • Kondisi keseluruhan mesin. Misalkan : persentasi keaslian sparepart  (termasuk cover mesin) di dalam mesin, kondisi drum (khususnya untuk mesin yang menggunakan drum Assembly (Amorphous Silicon) seperti NP6050 dan IR5000 series), dll.
  • Pemberian Mesin Pelengkap. Mesin fotokopi sendiri terdiri dari mesin utama dan mesin pelengkap seperti ADF (RDF), Sorter, Duplexing unit (untuk Tipe NP6030 & 6035), dan paperdeck. tentunya semakin lengkap mesin tersebut maka semakin tinggi harganya, demikian pula sebaliknya. Mungkin saja untuk mesin yang dijual dengan harga murah, bisa jadi harga hanya untuk mesin utamanya saja. Setelah anda ke showroom, harga melambung tinggi karena plus plus untuk mesin pelengkap lainnya.
  • Fitur fitur pada mesin. Khususnya mesin digital, tidak hanya tersedia untuk fitur fitur basic saja, tetapi ada juga yang tersedia dengan fitur fitur multifungsi seperti fax, printer, scan dan email/ internet.
  • Biaya pengiriman. Harga bisa saja tidak termasuk dengan ongkos kirim.
  • Pemberian garansi. Harga yang rendah, bisa jadi merupakan harga tanpa garansi.
Bagi anda yang hendak membeli mesin fotokopi rekondisi, mungkin anda bisa menelaah beberapa tips berikut sebagai bahan pertimbangan sebelum anda mengambil keputusan:
  1. Jangan terbuai dengan harga yang murah atau rendah. 
  2. Buatlah perbandingan dari beberapa sumber harga. Dan sebaiknya sumber anda berasal dari paling sedikit 4 perusahaan, yang terdiri dari perusahaan rekondisi yang berskala menengah dan besar.
  3. Sebaiknya memilih perusahaan besar (yang berstatus PT) sebagai calon vendor anda. Karena harga, kualitas mesin dan kualitas pelayanan di perusahaan yang berstatus PT akan lebih terstandarisasi.
  4. Menanyakan dengan jelas spesifikasi mesin (kelengkapannya dan fitur fitur pada mesin) untuk harga mesin yang dimaksud. 
  5. Datangi perusahaan tersebut untuk melihat langsung lokasi, menilai layanannya dan melihat kondisi mesin tersebut.
  6. Belilah mesin fotokopi rekondisi dari perusahaan yang memberikan Garansi satu tahun (gratis layanan perbaikan). Ingatlah bahwa mesin fotokopi yang anda beli adalah mesin rekondisi alias bekas (bukan baru). Tapi tentunya perbedaan harga akan terpaut jauh dengan harga mesin rekondisi yang dijual tanpa garansi.
  7. Pastikan perusahaan rekondisi tersebut menyediakan layanan contract maintenance setelah masa garansi 1 tahun berakhir.
  8. Mintalah harga yang sudah termasuk biaya pengiriman.
  9. Mintalah buku panduan pengoperasian (Manual Book).
Semoga isi dari posting kali ini akan membantu anda untuk semakin selektif dan cermat dalam menentukan pilihan.

    Thursday, 28 April 2011

    Merek Mesin Fotokopi

    Merek Mesin fotokpi
    Banyak merek mesin fotokopi (fotocopy) yang dijual di Indonesia, dari mesin fotokopi rekondisi hingga mesin fotokopi baru. berikut merek merek mesin fotokopi yang dijual di Indonesia: Canon, Xerox, Sharp, Ricoh, Kyocera, Copystar, Duplo, Docujet, Minolta, Toshiba, dll.
    Banyak mesin mesin fotokopi baru yang ditawarkan di pasaran dengan harga rendah, namun perlu dipertimbangan kecepatan copy per menit dari mesin tersebut, dan yang menjadi pertimbangan utama adalah merek dari mesin fotokopi tersbut serta service center nya.

    Prilaku konsumen di Indonesia yang masih memandang sebelah mata untuk merek merek baru (yang belum pernah dikenal olehnya), telah memberikan lahan yang subur untuk bertumbuh kembangnya perusahaan perusahaan rekondisi untuk merek merek mesin fotokopi (fotocopy) ternama seperti Canon, Xerox dan Minolta. Namun bila anda melakukan survey sederhana dengan melakukan Googling, maka anda akan banyak menemukan mesin fotokopi merek Canon pada tampilan Search Engine Results Page (SERP). Bahkan bila anda melakukan survey nyata di lingkungan copy center atu perkantoran sekalipun, anda juga akan menemukan banyak merek Canon.


    Konsumen lebih cenderung memilih dan menggunakan suatu produk melihat dari merek. Khusus untuk mesin fotokopi rekondisi, Canon adalah pilihannya. Kecenderungan prilaku konsumen (pasar) ini sangat bisa dimaklumi dan masuk akal, seperti halnya prilaku pasar yang cenderung memilih handphone bermerek Nokia daripada memilih merek Siemens. Kekuatiran konsumen akan layanan purna jual dan ketersediaan non-consumable & consumable parts menjadi pertimbagan utama di saat konsumen menentukan pilihannya.

    Consumable parts
    Layaknya mesin mesin lain, mesin fotokopi juga memiliki consumable parts, seperti  Toner, Roller, Gear, dll Bagi konsumen yang memilih mesin fotokopi rekondisi merek Canon, tidak akan dikuatirkan dengan masalah ketersediaan consumable parts dari mesin fotokopi tersebut. Karena di pasar lokal tersedia banyak dari yang asli (original) hingga yang imitasi (compatible) dengan harga yang terjangkau.

    Tips Dalam Menyewa Mesin Fotokopi

    Tips Menyewa mesin fotokopi

    Pilihan menyewa mesin fotokopi (fotocopy) adalah pilihan yang terbaik untuk kebutuhan perkantoran. Tetapi alangkah baiknya sebelum anda menentukan pilihan anda itu, terlebih dahulu mempertimbangkan beberapa tips berikut:
    • Pilihlah Vendor atau perusahaan penyewa yang memiliki kredibilitas.
    • Pilihlah tipe mesin dengan jumlah free copy yang sesuai dengan perkiraan jumlah copy anda selama sebulan. Dengan demikian anda akan mendapatkan biaya copy per lembar yang lebih rendah.
    • Pastikan mesin yang diberikan sesuai dengan apa yang anda inginkan (pilih).
    • Pahami syarat dan ketentuan layanan service nya. Seperti rutinitas kunjungan berkalanya dan jarang max waktu kunjungan bila ada panggilan service.
    • Bila anda menandatangani surat kontrak perjanjian, mintalah penjelasan secara rincian isi dari butir butir di dalam surat tersebut.
    • pastikan di dalam surat kontrak perjanjian tersebut, trtuang bahwa anda selaku penyewa berhak untuk meminta penggantian mesin, entah karena kinerja mesin atau karena kebutuhan anda yang meningkat.
    • Pahami cara perhitungan biaya copy per lembar nya. Mintalah perhitungan miscopy untuk menutupi bila terjadi kegagalan copy dan juga jumlah copy pada saat mesin mendapatkan kunjungan maintenance/ service.
    Setelah mesin anda terima, mintalah satu orang staf anda atau orang yang ditunjuk khusus untuk mengoperasikan mesin untuk kemudian diberitahukan / diajarkan bagaimana cara mengoperasikan mesin fotokopi tersebut dengan benar. Dan pastikan juga bahwa petugas anda diajarkan bagaimana cara mengatasi kerusakan kerusakan ringan, seperti misalnya paper jam.

    Semoga tips diatas dapat membantu anda.

    Kelebihan Dari Menyewa Mesin Fotokopi

    solusi fotokopi
    Solusi Fotokopi
    Selalu ada saatnya kita membutuhkan duplikasi untuk dokumen dokumen yang kita anggap penting. Namun untuk memenuhi kebutuhan yang tidak rutin itu, solusinya sangat mudah yakni dengan melakukan duplikasi (copy) di copy center terdekat. Tetapi bagaimana dengan kebutuhan yang bersifat rutin seperti kebutuhan kantor? Apa membeli mesin fotokopi adalah satu satunya solusi?
    Tentu saja membeli mesin fotokopi (fotocopy) bukanlah pilihan terakhir. Kareana masih ada pilihan lain yakni  dengan menyewa mesin fotokopi (fotocopy). Topik kita kali ini adalah Apa kelebihan dari menyewa mesin fotokopi (fotocopy)?

    Berikut beberapa pertimbangan yang sekaligus juga merupakan kelebihan apabila menyewa mesin fotokopi (fotocopy):
    • Dana yang diperlukan untuk pengadaan mesin fotokopi relatif rendah.
    • Anda tidak perlu kuatir lagi apakah itu mesin fotokopi rekondis atau bukan.
    • Anda tetap dapat memilih tipe mesin fotokopi yang kita inginkan sesuai dengan kebutuhan anda.
    • Biaya copy per lembar yang relatif murah. Bahkan harganya sama seperti bila anda mendatangi copy center.
    • Tidak perlu kuatir akan kinerja mesin fotokopi. Karena anda bisa meminta panggilan layanan service tanpa biaya tambahan dan bila perlu anda bisa meminta penggantian mesin (sesuai perjanjian pada kontrak sewa mesin).
    • Anda tidak akan dibebani biaya untuk penggantian sparepart mesin (terkecuali sparepart rusak karena kelalaian pengoperasian).
    • Sewaktu waktu anda bisa melakukan permintaan penggantian mesin bila anda membutuhkan mesin yang canggih atau lebih cepat.
    Baca juga posting berikutnya mengenai Tips dalam menyewa mesin fotokopi 
     
    Bisa dikatakan dengan menyewa mesin fotokopi, amda hanya akan menikmati kelebihan kelebihan bukan kekurangannya. Namun sebagai catatan bahwa anda hanya bisa menyewa untuk memenuhi kebutuhan kantor. Karena apabila anda menyewanya untuk kebutuhan menjual layanan fotokopi (copy center), maka nilai jual per copy anda akan melambung tinggi. 

    Mesin Fotokopi Rekondisi

    IR5000
    Image Runner 5000 series
    Apa itu mesin fotokopi (fotocopy) rekondisi? bagaimana kondisi mesin fotokopi (fotocopy) rekondisi? Apakah mesin fotokopi (fotocopy) rekondisi itu adalah mesin bekas? Bagaimana mengetahui bila mesin tersebut masih dalam kondisi prima? Bagaimana memilih mesin fotokopi rekondisi? Bagaimana memilih supplier atau vendor yang menjual atau menyewakan mesin fotokopi rekondisi? inilah pertanyaan pertanyaan yang sering dilontarkan oleh para calon pembeli atau calon pengguna mesin fotokopi (fotocopy).


    Benar sekali, bahwa mesin fotokopi (fotocopy) rekondisi adalah mesin bekas. Tetapi perlu didalami lagi bahwa pengertian bekas ini adalah mesin bekas yang diimpor dari luar negeri. Memang banyak supplier/ vendor/ penjual yang menyediakan mesin fotokopi (fotocopy) rekondisi yang berasal dari pasar lokal (bukan impor). Oleh karena itu perlu dicermati disaat anda memilih sebelum membeli. Bukan berarti semua mesin rekondisi yang berasal dari pasar lokal adalah tidak berkualitas, akan tetapi bila mesin rekondisi tersebut berasal dari luar negeri (impor). Maka kondisi dan kualitasnya akan lebih terjamin, tentunya juga bergantung dengan kredibilitas dari perusahaan rekondisi yang menyediakan mesin fotokopi tersebut. 

    Mengapa mesin rekondisi yang berasal dari luar negeri (impor) memiliki kondisi dan kualitas yang lebih baik? Hal ini dikarenakan oleh: pertama, prilaku pengguna di luar negeri yang mejaga keadaan mesin dan selalu melakukan regenerisasi mesin. Dengan kata lain mesin tidak digunakan hingga rusak berantakan baru dipindah tangankan, mereka lebih cenderung melihat nilai buku mesin tersebut atau penyusutan nilai pada mesin tersebut. Kedua, kondisi iklim di luar negeri yang cenderung tidak memberikan dampak kerusakan yang signifikan pada mesin. berbeda dengan iklim di Indonesia yang tropis, cenderung menyebabkan kerusakan pada mesin seperti karat. Ketiga, prilaku pengguna diluar negeri yang cenderung menggunakan sparepart asli sehingga turut menjaga kondisi mesin tetap prima.

    Walau mesin tersebut adalah mesin bekas dari luar negeri, mesin tersebut ditangani lagi oleh perusahaan rekondisi yang ada di Indonesia. Perusahaan rekondisi selain melakukan overhaul, penggantian sparepart, pengaturan ulang (re-setting), memperbaiki bagian bagian yang rusak (tidak layak), hingga finishing seperti pengecatan pada kerangka luar mesin. Yang pada akhirnya mesin fotokopi rekondisi tersebut kembali prima dan layak untuk digunakan lagi. Bahkan di tangan perusahaan rekondisi yang profesional, mesin fotokopi (fotocopy) rekondisi sekilas akan tampak seperti mesin baru dimata orang awam.

    Tips bagi para calon pembeli atau calon pengguna mesin fotokopi (fotocopy) rekondisi:
    • Kenali dulu kebutuhan anda; berapa kapasitas copy per hari anda, berapa kecepatan copy yang anda kehendaki dan apakah menghendaki tambahan fitur fungsi lain pada mesin (fax, rinter, email).
    • Pilihlah merek mesin fotokopi yang banyak digunakan di pasar lokal. Karena anda akan bisa mendapatkan banyak informasi pengalaman dari mereka yang telah menggunakan merek mesin fotokopitersebut.
    • Pilihlah perusahaan rekondisi yang memiliki kredibilitas tinggi. 
    • Pilihlah jenis atau tipe mesin fotokopi rekondisi yang banyak/ umum digunakan oleh pengguna di pasar lokal. Karena ini nantinya akan berhubungan dengan ketersediaan sparepart mesin bila sudah saat nantinya mesin perlu mendapatkan penggantian sparepart.
    • Pastikan perusahaan rekondisi yang ada pilih memberikan jaminan service gratis (Garansi) untuk jangka waktu min 1 tahun.
    • Pastikan juga perusahaan rekondisi yang anda pilih tersebut memiliki armada layanan service dan menjangkau hingga ke tempat mesin anda berada.
    • Bila memungkinkan, pilihlah perusahaan rekondisi yang letak kantor nya tidak jauh dari tempat anda, atau perusahaan tersebut memiliki cabang di dekat anda. Agar suatu saat nantinya bila anda membutuhkan kunjungan atau panggilan service maka anda tidak perlu menunggu terlalu lama. 
    Bila anda masih ragu untuk membeli mesin fotokopi rekondisi, mungkin karena kekuatiran akan kondisi mesin atau kekuatiran akan layanan purna jual dari perusahaan rekondisi tersebut. Saya sarankan untuk memilih menyewa mesin fotokopi rekondisi tersebut. Baca mengenai Kelebihan Dari menyewa Mesin Fotokopi.

    Wednesday, 27 April 2011

    Perbedaan Mesin Fotokopi Analog & Digital

    Dalam satu dekade terakhir penggunaan mesin fotokopi (fotocopy) telah berangsur bergeser dari mesin Analog ke mesin Digital. Pada awalnya banyak pengguna atau calon pembeli mesin yang ragu dengan kemampuan mesin Digital. Dan bertanya apa perbedaan mesin analog dan digital? Apa kelebihan dan kekurangannya?

    Jelas sekali banyak perbedaan diantara mesin analog dengan mesin digital. Salah satu perbedaan yang mencolok adalah dari cara kerjanya, dimana mesin digital lebih mengandalkan kemampuan elektronik (processor) dalam menggerakkan keseluruhan mesin. Berbeda dengan mesin analog yang masih mengandalkan rantai atau timing belt untuk menggerakkan motor motor yang ada didalam mesin.

    Bagaimana pun perbedaan diantara kedua jenis sistem mesin ini, yang pasti kita berada pada tepian masa perubahan teknologi menuju era digital dan Suatu saat nantinya semua mesin fotokopi (fotocopy) analog akan digantikan oleh mesin fotokopi (fotocopy) digital, seperti halnya teknologi photo camera atau video camera.


    Tentu saja kita tidak perlu serta merta menggantikan mesin fotokopi (fotocopy) analog yang kita miliki dengan mesin digital. Karena banyak mesin analog yang masih memiliki kualitas yang prima dan handal dalam menjalankan tugasnya. Tetapi kita juga perlu mempertimbangkan kebutuhan kita sebab tidak dapat dipungkiri bahwa mesin fotokopi (fotocopy) digital memberikan kualitas hasil yang jauh lebih bagus, kecepatan yang lebih tinggi dan yang pada akhirnya memberikan effisiensi dalam menyelesaikan perkerjaan kita.

    Kelebihan mesin fotokopi (fotocopy) digital lainnya adalah hasil scan dapat dikirim ke komputer melalui jaringan network, dapat pula dikirim sebagai fax atau email. Selain itu, mesin fotokopi digital dapat berfungsi sebagai mesin printer. Kemampuan fitur fitur ini jelas mebuat pekerjaan kantor menjadi lebih effisien.

    Kelebihan dan kekurangannya :
    • Untuk jumlah copy yang banyak, mesin digital memberikan biaya copy per lembar yang lebih rendah.
    • Suara mesin digital lebih halus dibandingkan mesin analog, Sehingga menjadi pilihan bagi perkantoran.
    • Karena mesin digital lebih mengandalkan peralatan elektronik-nya, maka kelemahannya adalah rentan pada tegangan listrik.
    • Sensor sensor pada mesin sangat membantu kita mendeteksi kerusakan ataupun kesalahan pengoperasian. Dan ini sekaligus merupakan kelemahan juga karena mesin terlalu sensitif dan tingkat toleransinya sangat rendah.
    Namun dalam memilih mesin fotokopi (fotocopy), hendaknya anda tetap melakukan penelitian kecil pada mesin tertentu yang ada dalam pertimbangan anda, seperti membaca product review untuk mengetahui pandangan dari pengguna yang telah membeli produk tersebut. Selalu mendengarkan penjelasan dan masukan dari sales representative. Mendapatkan opini dari pihak ketiga adalah yang terbaik, anda bisa menanyakan kepada perusahaan lain mengenai pengalaman mereka dalam menggunakan mesin tersebut. 

    Menentukan pilihan jenis mesin fotokopi (fotocopy) mana yang terbaik adalah sulit. Namun bila anda mengetahui apa kebutuhan anda, maka anda akan lebih mudah dalam melakukan pencarian.

    Canon NP 6551

    Canon NP6551
    Mesin fotokopi tipe Canon NP 6551 merupakan model yang sama dengan Canon NP 6050. Untuk fungsi dan aturan pemakaiannya sama persis dengan Canon NP 6050. Perbedaannya ada pada komponen elektronik, yang sebenarnya tidak perlu dipahami oleh pengguna. Selain itu ada beberapa perbedaan kecil pada Canon NP 6551, yakitu pada bagian control panel nya terdapat pengatur contrast pada layar sentuh (touch screen)) dan satu lagi adalah pada bagian tempat penyimpanan kertas (cassette) no 3 & 4, dimana pada cassette tersebut dilengkapi tombol untuk mengeluarkan cassette.


    Untuk spesifikasi nya sama dengan Canon NP 6050

    Catatan tambahan : untuk Canon NP 6551 asli nya bertegangan 110V. Bila anda menggunakan tipe mesin ini, pastikan mesin telah dimodifikasi menjadi berteganagan 220V. Dan untuk alat alat elektroniknya yang berhubungan dengan listrik seperti exposure lamp atau heater lamp, bila ada penggantian harus menggunakan exposure yang berteganagn sama.

    Canon NP 6050

    Canon NP6050
    Mesin otokopi (fotocopy) Canon NP 6050 adalah generasi berikutnya dari Canon NP 6650. Bisa dikatakan bahwa Canon NP 6050 adalah produk pembaharuan dari NP 6650, saya katakan demikian melihat dari proses kerja dan sparepart yang digunakan hampir mirip. Yang berbeda adalah pada mesin Canon NP 6650 menggunakan rantai besi untuk mengerakkan mesinnya, sedangkan pada NP 6050 sudah digantikan dengan karet yang disebut belt. Dan banyak sparepart lainnya yang pada Canon NP 6650 menggunakan bahan dasar logam seperti besi, pada Canon NP 6050 sudah menggunakan bahan dasar plastik. Namun dari proses kerja nya dan fungsi fungsinya banyak yang sama. Intinya banyak perbaikan dan pengembangan disana sini.

    Satu yang membedakan produk Canon NP 6050 dari Canon NP 6650 adalah bentuknya yang lebih ramping. Sehingga letak penyimpanan kertasnya berada di bagian bawah struktur mesin dan merubah alur gerak kertas yang berbentuk huruf "C" terbalik. Kerampingan Canon NP 6050 merupakan keunggulannya di masa itu namun juga sekaligus menjadi kelemahannya, karena alur gerak kertas yang berliku liku membuat mesin ini sering menghadapi masalah paper jam.

    Spesifikasi Canon NP 6050:
    • Fungsi Layar sentuh (Tousch Screen) pada Control Panel
    • Photoconductive Material : Assy Drum
    • Developer System : Toner Projection
    • Fixing System : Heat Roller
    • Kecepatan : 50 cpm (A4)
    • Zoom : 50 - 200%
    • Max Duplikasi : 999 lembar
    • Kapasitas Kertas : 4000 lembar (A4)
    • Kapasitas Bypass tray : 50 lembar
    • Max Konsumsi Listrik : 1500 watt
    • Dimensi : 64,3 x 72,5 x 116,5 cm
    • Berat : + 185 kg
     Tips untuk menjaga kinerja mesin Canon NP 6050:
    1. Menjaga kebersihkan pada box toner. Jangan biarkan bagian box toner terlalu kotor.
    2. Menggunakan Toner yang layak, bila perlu beli yang berkualitas. 
    3. Bila ingin mengganti penggunaan toner dengan merek lain, sebaiknya box toner, developer dan drum dibersihkan terlebih dahulu.
    4. Menajaga kebersihan di bagian fising unit, transfer belt dan wiring, cukup menggunakan hand blower.
    5. Sering membersihkan bagian roda karet pemutar magnet roller pada developing unit.
    6. Hati hati bila menggunakan kertas bekas. Jangan sampai stapler masuk dan merusaki drum unit.
    7. Pastikan karet karet pengerak pada bagian sisi kanan mesin dalam kondisi baik dan tidak kotor.
    8. Menutup tempat penyimpanan kertas (cassette) sesuai aturan pemakaian. Jangan menggunakan kaki atau mendorong dengan kuat.
    9. Sebaiknya menggunakan stabilizer untuk menghindari tegangan listrik yang tidak stabil.

    Canon NP 6650

    Canon NP6650
    Mesin fotokopi Canon NP 6650 sangat diminati oleh pasar sekitar tahun 1990 hingga 2005. Dan peminat utamanya adalah mereka yang mengeluti usaha copy center dan perusahaan perusahaan yang memiliki jumlah kebutuhan copy yang besar. Namun dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun terakhir ini, para peminatnya mulai berangsur berkurang dan beralih ke mesin analog lain seperti tipe NP 6050 dan NP 6551, bahkan mesin digital seperti IR 5000 dan IR 6000.
    Canon NP 6650 sangat diminati pada masanya karena ketaguhannya dalam melakukan pekerjaan copy untuk jumlah banyak, sparepart nya pun terhitung awet karena masih banyak menggunakan bahan logam atau besi seperti gear dan rantainya. Selain itu juga bentuk mesin yang dirancang melebar kesamping menyebabkan jarang terjadi paper jam karena alur bergeraknya kertas lebih mendatar, terlihat kertas bergerak dari paper deck yang berada disebelah kanan mesin. tidak seperti mesin mesin sekarang dimana tempat penyimpanan kertas berada di bawah sehingga dalam proses copy, kertas bergerak berliku menyerupai huruf "C". Karena design nya yang besar sehingga banyak terdapat ruang kosong di dalam mesin yang sekaligus membuat mesin tidak cepat panas walau digunakan lama.

    Spesifikasi mesin Canon NP 6650 :
    • Analog
    • Photoconductive Material :Drum Assy
    • Developer System : Toner Projection
    • Fixing System : Heat Roller
    • Kecepatan : 50 cpm (A4)
    • Zoom : 50 - 200% 
    • Paper A5-A3
    • Max Duplikasi : 99 lembar
    • Kapasitas Kertas : 2000 lembar A4
    • Kapasitas Bypass tray : 50 lembar
    • Max Konsumsi Listrik : 1500 watt

    Sedikit informasi bila anda hedak memiliki mesin ini: 
    1. Jumlah mesin NP 6650 ini sudah semakin sedikit di pasaran sehingga untuk harga pun akan lebih tinggi.
    2. Mesin ini sudah sulit untuk di-impor karena ketersediaan di pasar luar negeri pun jumlah sudah minim dan juga selain itu terbentur peraturan impor dari pemerintah yang membatasi impor untuk mesin bekas yang berumur lebih dari 12 tahun.
    Dari kedua pertimbangan diatas bila anda menemukan mesin ini dijual di pasaran, Ada kemungkinan mesin tersebut merupakan mesin bekas lokal. Untuk memeriksa mesin tersebut adalah mesin bekas dari impor atau mesin bekas lokal, anda bisa memeriksa bagian kerangka besi mesin. Bila warna kerangka masih berwarna kebiru biruan maka bisa dianggap mesin tersebut belum lama berada di indonesia. Karena kondisi di indonesia yang tropis akan membuat kerangka besi mesin menjadi lebih kuning. Dan satu hal yang perlu diperhatikan adalah layanan purnajual seperti layanan perbaikan dari si penjual.

    Tuesday, 26 April 2011

    Canon NP 6035 / 6230

    Canon NP6035 NP6230
    Mesin fotokopi (fotocopy) Canon NP 6035 memiliki spesifikasi yang sama dengan Canon NP 6230 terkecuali pada kecepatannya. Dimana NP 6035 memiliki kecepatan 35 copy per menit sedangkan NP 6230 memiliki kecepatan 30 copy per menit. NP 6035 dan NP 6230 merupakan pembaharuan dari tipe NP 6025 dan NP 6030, terlihat seluruh bagian proses memiliki bentuk dan fungsi yang sama dan hanya sedikit memiliki perbedaan misalkan pada bagian exit unit, NP 6035 dan 6230 telah dilengkapi dengan tambahan kipas pendingin yang ditempatkan menempel pada exit unit, sedikit pengembangan pada bagian power supply dan yang paling signifikan adalah pada control panel-nya. 



    Berikut rincian spesifikasi mesin fotokopi (fotocopy) Canon NP 6030 dan NP 6035:
    • Tipe Desktop
    • Fungsi Layar sentuh (Tousch Screen) pada Control Panel
    • Photoconductive Material : Drum OPC
    • Developer System : Toner Projection
    • Fixing System : Heat Roller
    • Kecepatan : 30/35 cpm (A4)
    • Zoom : 50 - 200%
    • Max Duplikasi : 99 lembar
    • Kapasitas Kertas : 1000 - 2500 lembar
    • Kapasitas Bypass tray : 50 lembar
    • Max Konsumsi Listrik : 1500 watt
    • Dimensi : 79,3 x 69 x 109,5 cm
    • Berat : + 210,3 kg
    Secara keseluruhan cara pengoperasian dan perawatan mesin fotokopi (fotocopy) Canon NP 6035 sama dengan NP 6030. Begitu pula dengan kelebihan dan kekurangannya juga sama dengan tipe Canon NP 6030. Hanya saja pengguna harus ekstra hati hati dengan bagian layar sentuhnya (Touch Screen).

    Canon NP 6025 / 6030

    Canon NP6030 NP6025Mesin fotokopi (fotocopy) Canon NP 6030 memiliki spesifikasi yang sama dengan tipe NP 6025 terkecuali pada kecepatan copy per menit nya saja. Dimana NP 6025 memiliki kecepatan 25 copy per menit. Sebelum menjamurnya mesin fotokopi (fotocopy) digital. Tipe canon NP 6025 dan NP 6025 banyak ditemukan pada copy center kecil dan juga kantor berskala menengah dan menengah ke bawah. Pengoperasiannya pun tidak rumit dan sudah dilengkapi dengan mesin pelengkap yakni: Sorter (Finisher), Duplexing (bolak balik) dan ADF (Automatic Document Feeder).



    Berikut Rincian Spesifikasi NP 6025 atau NP 6030:
    • Tipe Desktop
    • Photoconductive Material : Drum OPC
    • Developer System : Toner Projection
    • Fixing System : Heat Roller
    • Kecepatan : 25/30 cpm (A4)
    • Zoom : 50 - 200%
    • Max Duplikasi : 99 lembar
    • Kapasitas Kertas : 1000 - 2500 lembar
    • Kapasitas Bypass tray : 50 lembar
    • Max Konsumsi Listrik : 1500 watt
    • Dimensi : 79,3 x 69 x 109,5 cm
    • Berat : + 210,3 kg
    Dari Pengalaman, mesin ini mampu melakukan proses copy hingga 1000 lembar per hari. Bila lebih daripada itu, pengguna harus lebih sering melakukan perawatan ringan hingga besar.

    Sedikit tips untuk mesin yang sering melakukan copy lebih dari 500 lembar per hari.
    • Perhatikan bagian fixing unit (heat roller) agar tidak kepanasan dan tidak kotor.
    • Gunakanlah Cleaning blade dan cleaning web yang berkualitas.
    • Pastikan Claws (kuku kuku) per pada claws di bagian Exit unit, tidak kotor, tidak tumpul dan juga tidak terlalu tajam. 
    Beberapa bagian yang rentan rusak pada mesin NP 6025/ 6025:
    1. Engsel pada cover front door, 
    2. Engsel bypass tray, 
    3. Pengunci pada cassette (paper tray), 
    4. Cover mesin utama tempat menopang kaki ADF.
    5. Dan bagian yang paling sering rusak adalah cover exit unit (meleleh karena kepanasan).
    Kelebihan daripada mesin ini adalah:
    1. Tidak terlalu rentan dengan turun naiknya tegangan listrik. Namun tetap disarankan agar pengguna melengkapi stabilizer untuk daerah yang bertegangan tidak stabil.
    2. Tidak terlalu banyak kemungkinan kerusakan pada alat alat elektronik.
    3. Mudah dalam pengoperasiannya.
    4. Bagian control panel lebih awet karena belum menggunakan layar sentuh (touch screen)..
    5. Bagian mesin pelengkap lainnya bersifat terpisah dari mesin utama, sehingga kerusakan pada mesin mesin pelengkap tidak akan mempengaruhi operasional mesin utama.
    6. Biaya penggantian sparepart yang relatif lebih murah.

    Prinsip Cara Kerja Mesin Fotokopi

    Prinsip Kerja Mesin Fotokopi
    Cara kerja mesin fotokopi (fotocopy) yang mengagumkan in didasari oleh kedua fenomena alam yakni:
    • Daya tarik antara dua bahan yang memiliki muatan listrik yang berlawanan. 
    • Beberapa bahan akan menjadi pengahantar listrik (konduktor) yang lebih baik ketika terkena cahaya.
      Kedua fenomena diataslah yang kemudian menjadi prinsip kerja mesin fotokopi (fotocopy), printer dan fax dimasa ini.



      Prinsip Prinsip Dasar Proses Fotokopi

      Sang penemu mesin fotokopi (fotocopy) Chester F. Carison, dalam percobaannya mengikuti beberapa proses sederhana ini:
      • Permukaan foto konduksi diberikan penimbunan listrik positif.
      • Permukaan foto konduksi tersebut kemudian dibiarkan menyentuh gambar dari dolumen.
      • Penimbunan listrik dihamburkan pada bagian yang bersentuhan tersebut.
      • Serbuk yang bermuatan negatif yang ditamburkan akan menempel pada bagian yang bermuatan positif dikarenakan daya tarik menarik elektrostatis.
      • Selembar kertas diletakkan pada gambar yang terbentuk oleh serbuk dan diberikan muatan positif.
      • Serbuk yang bermuatan negatif akan tertarik oleh lembaran kertas bermuatan positif dan terlepas dari foto konduktor.
      • Pemanas meleburkan gambar yang terbentuk oleh serbuk itu dan menyatu dengan lembaran kertas, yang kemudian menghasilkan duplikasi (copy) dari gambar aslinya.
      Mayoritas mesin fotokopi (fotocopy) disaat ini menerapkan proses kerja seperti disebut diatas. Sehingga pada semua mesin memiliki bagian bagian yang disebut:
      1. Charging; Sebuah tabung silinder (drum) yang diberi muatan listrik kawat yang bermuatan listrik tinggi yang disebut corona wire atau charge roller. Tabung silinder dilapisi dengan bahan yang bersifat foto konduksi. Sebuah foto konduktor merupakan semi konduktor akan menjadi konduktif ketika terkena cahaya.
      2. Exposure; Sebuah tabung lampu yang menyala terang menyinari dokumen asli dan bagian/ area yang berwarna putih akan memantulkan cahaya ke permukaan tabung silinder (drum).Bagian yang terkena pantulan cahaya akan menjadi konduktif bermuatan positif dan sebaliknya yang tidak terkena pantulan akan tetap bermuatan negatif. Hasilnya dari pencahayaan ini akan terbentuk pada permukaan drum.
      3. Developing; Bagian yang berisikan toner (serbuk) yang bermuatan positif. Ketika bersentuhan dengan drum dan menghasilkan gambar, toner (serbuk) akan tertarik dan menempel pada bagian drum yang bermuatan negatif (area berwarna hitam = tulisan/ gambar pada dokumen asli).
      4. Transfer; Hasil dari gambar yang terbentuk dari toner (serbuk) pada permukaan drum, dipindahkan ke permukaan lembaran kertas dengan bantuan muatan listrik negatif yang lebih tinggi dari muatan listrik negatif pada drum.
      5. Fusing; proses peleburan toner (serbuk) dan menyatu pada lembaran kertas dengan bantuan gulungan (roller) yang memberikan tekanan.
      Penjelasan bagian bagian diatas adlah prinsip kerja yang diterapkan pada mesin fotokopi (fotocopy) Digital. Sedangkan pada kebanyakan mesin fotokopi (fotocopy) Analog menerapkan muatan listrik positif pada drum dan muatan listrik negatif pada toner (serbuk).

      Referensi

      Lahirnya Mesin Fotokopi Pertama

      First Photocopier
      Perjuangan Carison belum berakhir dengan penemuannya yang diberi nama Electrophotography, Sebelum orang lain mengikuti jejak penemuannya ini, segera ia mendaftarkan hak paten nya pada tanggal 4 April 1939 dan hak paten diterbitkan pada tanggal 6 Oktober 1942 untuk penemuan Electrophotography, yang kemudian dinamai dengan Xerography. Kata Xerography
      sendiri diambil dari bahasa Yunani; kata "Xeros" berarti "kering" dan "graphia" berarti "penulisan"

      Bagaimana pun hasil temuannya ini belum sempurna dan belum siap untuk dipasarkan. Carison masih membutuhkan dana yang besar untuk melanjuti penelitiannya ini. Sulit sekali baginya untuk menyakinkan orang orang bahwa plat kecil dan hasil gambar kasarnya ini memegang kunci menuju sebuah industri baru yang luar biasa.  Dari tahun 1939 hingga 1944, Carison ditolak oleh lebih dari 20 perusahaan. Bahkan Dewan Investasi Nasional pun menghentikan penelitiannya ini. Berulang kali Carison sempat kecewa dan putus asa. Namun setiap ia mengulangi percobaan atas penemuannya ini, Carison kembali menyakinkan dirinya bahwa penemuannya ini sangat menjanjikan dan tidak layak untuk diterbengkalaikan.
      Akhirnya pada tahun 1944, sebuah organisasi penelitian nirlaba bernama Battelle Memorial Institute mau mendanai penelitian Carison dengan menandatangni kontrak Pembagian Royalty dimana nantinya Carison akan mendapatkan bagiannya sebesar 40%. Selanjutnya battelle Memorial Institute menandatangi kontrak lisensi dengan sebuah perusahaan kertas foto kecil bernama Haloid (Yang kemudian berganti nama menjadi Xerox pada tahun 1961), yang memberikan hak kepada Haloid untuk mengembangkan mesin Xerography.

      Pada 22 Oktober 1948, battelle mendemonstrasikan Electro Photography pada dunia. dan pada tahun 1949, mesin fotokopi (fotocopy) pertama diperkenalkan. namun keseluruhan proses mesin ini masih sangat tidak effisien dan tidak dapat dipraktekkan untuk proses copy yang banyak. Memerlukan 14 tahapan proses dan waktu selama sekitar 45 detik untuk proses selembar copy.  Mesin ini ditolak oleh pasar karena terlalu rumit. Pada waktu yang bersamaan, Haloid mendapatkan ide untuk nama baru proses ini yakni Xerography. Haloid menamai mesin fotokopi pertamanya ini dengan nama Xerox model A. Tambahan huruf X pada Xero, membuat produk ini terdengar sama dengan Kodak. Pada tahun 1958, Haloid secara resmi berganti nama menjadi Haloid Xerox, dan akhirnya menjadi Xerox pada tahun 1961.
      Mesin Fotocopy Otomatis Xerox 914
      Masa keberhasilan Haloid bermula pada tahun 1959 saat mereka memperkenalkan Xerox 914, mesin fotokopi (fotocopy) otomatis pertama. Diberi nama Xerox 914 karena kemampuan mesin tersebut melakukan proses pada ukuran 9x14 inch. Msein ini sangat populer di pasaran. Hingga akhir tahun 1961, Xerox telah meraih pendapatan hampir 80 juta dolar Amerika dan pada tahun 1985 pendapatan meningkat menjadi 500 juta dolar Amerika.
      Iklan Xerox 914

      Penemu Mesin Fotokopi

      Chester F. Carison
      Chester Flood Carison
      Mesin fotokopi (photocopy machine/ photocopier) adalah sebuah mesin yang digunakan untuk menduplikaskan dokumen dan gambar gambar visual secara cepat dan murah. Penggandaan (duplikasi) yang sempurna merupakan tujuan utama dari semua mesin fotokopi (photocopy machine) dan pada masa ini semua mesin meberikan yang terbaik untuk tugas yang satu ini, tetapi hal ini tidak berlaku seperti ini pada mulanya.
      Terutama di saat awal awal penemuan mesin fotokopi ini, hasil fotokopi sangat sangatlah rendah kualitas hasilnya -hasil fotokopi tersebut sangat mungkin telah dibuang ke tong sampah di masa ini. Tetapi semuanya pastilah ada awal mulanya. Dan semua berawal dari seorang pria yang memiliki hasrat untuk sebuah ide baru. Sejarah mesin fotokopi (photocopy maschine/ photocopier) tidak akan ada tanpa keberadaan pria ini.

      Sekilas Tentang Sang Penemu & Penemuannya

      Chester Flood Carison lahir di Seattle, Washington pada tanggal 8 Februari 1906. Ayahnya adalah seorang pemangkas rambut.  Pada usianya masih kecil, ayahnya memindahkan keluarganya ke San Bernardino, California. Carison mendapatkan gelar fisika nya dari Califonia Institute of Technology pada tahun 1930 dan gelar sarjana hukum dari New York Law School pada tahun 1939.

      Setelah mendapatkan gelar sarjana fisika, Carison pernah mengalami masalah besar dimana ia pernah melayangkan surat lamaran ke 82 perusahaan, hanya mendapatkan 2 surat balasan namun tak satu pun yang menerimanya untuk bekerja. Dan akhirnya ia mendapatkan pekerjaan sebagai seorang peneliti di perusahaan bernama Bell Laboratories di kota New York, dengan gaji hanya 35 US$ per minggu dan ini tidak berlangsung lama karena Carison di-PHK. Setelah itu, ia bekerja sebagai pengacara hak patent yang juga tidak berlangsung lama, hingga akhirnya Carison berhasil menetap bekerja di sebuah perusahaan elektronik, PR Malorry yang terkenal dengan produk baterenya. Dan pada masa itulah ia menyelesaikan pendidikan hukum nya di malam hari seusai bekerja.

      Walau Carison telah mendapatkan pekerjaan tetapnya tetapi hasilnya hanya mencukupi kebutuhan sehari hari saja dan belum lagi ditambah dengan status-nya yang baru menikah. Oleh karena itu, Carison berpikir kalau saja ia bisa menelurkan suatu penemuan dan mempatenkannya, pastilah akan menyelesaikan kedua permasalahannya diatas. Carison berpikir ni juga merupakan sebuah kesempatan untuk berbuat sesuatu untuk dunia dan juga untuk dirinya sendiri.

      Kemudian ia memulai peneletiannya, ide penelitiannya berawal dari masalah yang sering dihadapinya dalam bekerja yakni Carison selalu ekurangan salinan karbon (carboon copies) untuk speksifikasi paten nya. Pada masa itu hanya ada dua cara untuk memperoleh jumlah salinan yang lebih banyak lagi, yaitu dengan cara di-foto atau disalin/ diketik ulang secara manual. Namun kedua cara tersebut membutuhkan biaya yang besar, waktu yang lama serta bila diketik/ disalin ulang ada kemungkinan terjadi kesalahan pada saat proses penyalinan. Sebuah pemikiran muncul olehnya, bahwa perusahaan atau kantor akan sangat diuntungkan bila ada sebuah alat yang bisa melakukan proses duplikasi salinan yang dapat dikerjakan dalam waktu singkat, biaya rendah dan tampak sama seperti aslinya.

      Carison kemudian menghabiskan waktu malamnya selama berbulan bulan di perpustakaan untuk membaca dan mempelajari semua artikel yang berkaitan dengan proses pengambilan gambar. Dan carison memutuskan untuk tidak melakukan penelitian pada ruang lingkup fotografis konventional (dimana cahaya sebagai perantara perubahan kimia), hal ini dikarenakan pertimbangan bahwa penelitian ini telah dilakukan oleh beberapa perusahaan besar. Beajar dari hasil penemuan dari seorang peneliti berkebangsaan Hungaria Pail Selenyi, yang sedang meneliti tentang gambar elektrostatis. Yang juga mempelajari bahwa ketika cahaya menghantam sebuah bahan yang bersifat fotokonduktif, mengakibatkan sifat konduksi listrik pada bahan tersebut akan meningkat.

      Untuk melanjutkan penelitiannya ini, Carison memutuskan untuk membuat sebuah laboratorium kecil di lantai dua sebuah bar, di ruangan inilah Elektrophotography ditemukan (yang kemudian dinamai dengan Xerography pada hak paten nya) dan mempekerjakan seorang ahli fisika muda tanpa gaji yakni seorang pengungsi dari Jerman bernama Otto Komei.

      Hasil Fotokopi Pertama
      Pada hari ditemukannya Xerography Tanggal 22 Oktober 1938, Otto telah mempersiapkan alat: seng yang dilapisi emulsi sulfur sebagai bahan foto kondusi dan mereka menuliskan huruf huruf 10-22-38 ASTORIA dengan tinta India diatas plat kaca atau slide, untuk melihat apa yang mereka dapatkan dari pembuatan gambar yang bisa terlihat (visible  image) dan kemudian mereka menutup tirai untuk membuat ruangan segelap mungkin. Carison menggosok  dengan semangatnya permukaan plat kaca tersebut dengan saputangan agar terjadi penimbunan elektrostatis diatas permukaan. Kemudian meletakkan plat kaca tepat diatas sulfur, selanjutnya kedua kombinasi tersebut diletakkan di bawah lampu pijar yang sangat terang untuk mendapatkan cahaya kuat untuk beberapa saat. 

      Setelah itu kaca slide diangkat dan kemudian diatas permukaan plat sulfur ditaburi bubuklycopodium. Permukaan ditiup dengan sekali tiupan lembut agar bubuk lycopodium terhembus dan yang tertinggal hanya suatu pembentukan yang hampir sempurna dari huruf huruf yang tertera diatas plat kaca tersebut. Mereka memindahklan apa yang tertulis diatas permukaan seng tadi ke atas kertas lilin dan dipanasi agar lilinnya meleleh sehingga pada akhirnya diatas kertas tercetak copy yang diinginkan. 

      Carison mengulangi percobaan ini berulang kali hingga ia bisa memastikan penemuannya ini, sebelum mendaftarkan hak paten atas penemuannya ini.

      Referensi :
      The History of  Photocopiers
      The History of The Photocopier
      Inventor - Chester F Carison
      Penemu Mesin Fotocopy